Minggu, 05 Mei 2024

CULTURE PENCAK SILAT PESANTREN

TRADISI SILAT DI PESANTREN

    Dilingkungan Pesantren NU,terdapat banyak aliran silat baik aliran silat jawa timur, jawa barat, jawa tengah, Banten, silat betawi, silek minang, silat Mandar, Silat Mataram, dan lain lain. Oleh karena itulah untuk menyatukan semua aliran silat tersebut di bentuklah Pagar Nusa. Sebagai wadah perkumpulan pencak silat yang masih dalam naungan NU. Wadah ini tetap membuka keragaman  dan memberi keluasaan pada tiap-tiap perguruan untuk mengembangkan diri. Artinya walaupun ada perbedaan namun tetap satu saudara.


PERANAN GUS MAKSUM DALAM PEMBENTUKAN PAGAR NUSA

    Gus maksum adalah tokoh persilatan yang sudah sangat terkenal didunia persilatan nusantara, siapa yang tidak kenal beliau? beliau sudah malang melintang dalam panggung adu kedigdayaan para pendekar nusantara. Gus maksum terkenal dengan sebutan Si rambut api, karna saat beliau menjadi komandan pasukan penumpas PKI, di tengah pertempuran rambut beliau berubah menjadi bara api yang menyala hingga para penganut paham PKI dapat dimusnahkan dari nusantara. Dan konon hanya ibunda beliau yang sanggup memotong rambut beliau.


    Seiring berkembangnya zaman, Indonesia sudah mempunyai organisasi fedarasi silat IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), Gus maksum dan para kiyai-kiyai nahdlotul Ulama’ seluruh nusantara mengadakan rapat untuk membentuk organisasi silat yang bisa masuk IPSI serta mampu mewadai perguruan-perguruan yang ada di bawah naungan organisasi NU, maka rapat yang di adakan di PonPes Lirboyo Kediri itu pun menghasilkan terbentuknya PAGAR NU dan BANGSA yang di singkat PAGAR NUSA, pada tahun 1988 akhirnya organisasi ini masuk IPSI dan mewadai perguruan- perguruan dibawah panji NU seperti perguruan GASMI, perguruan BATARA, perguruan CIMANDE, perguruan SAPU JAGAD, perguruan NH PERKASYA, perguruan CAKRA dll


Selain Gus maksum terpilih sebagai ketua Pagarnusa beliau juga terus mengembangkan Gasmi keseluruh penjuru negeri, seperti diwilayah Kalimantan, Sulawesi, sumatera, Jawa dll.

    Sebenarnya di kalangan NU banyak sekali Pendekar Silat, Kyai atau ajeungan yang memiliki ilmu kanuragan, namun nama Gus Maksum tidak bisa di pisahkan dari sejarah Pencak Silat Pagar Nusa. Kecintaan silat dan rasa keprihatinan Gus Maksum bahwa banyak sekali aliran silat yang ada di lingkungan NU tapi belum punya wadah yang mengikat sehingga menjadi keluarga yang bersama sama mengembangkan serta mempertahankan tradisi silat yang turun temurun dari Wali songo mengalir ke tokoh tokoh pesantren


    Hal inilah yang menginpirasi beliau mendirikan sebuah perguruan silat, ide pendirian silat ini rencananya diberi nama GASMI (Gabungan Aksi Silat Muslimin Indonesia) pada tahun 1965 walaupun belum resmi berdiri, beliau sudah mulai melakukan pelatihan silat. pada waktu itu pelatihan diadakan di komplek pesantren Lirboyo Kediri, selain bertujuan mengembangkan budaya silat di pesantren juga salah satu counter atas LEKRA ( lembaga kesenian rakyat ) lembaga di bawah naungan partai komunis indonesia PKI. Sebab LEKRA adalah otak dibalik aksi provokatif, sabotase, teror dan lain lain. Menghadapi aksi LEKRA ini,beliau mengatakan “Ada aksi ada Reaksi” artinya LEKRA beraksi GASMI bereaksi, Amar ma’ruf nahi mungkar selalu ditegakan.


    Karena kesibukan beliau mengabdi pada umat, ngurusin santri dan perjuangan melawan aksi aksi PKI baru setelah situasi mulai kondusif pada tanggal 14 januari 1970 GASMI secara resmi didirikan dikediaman beliau, dihadiri para pendekar se eks-karisidenan Kediri dan Ponorogo.


    GASMI inilah yang menginspirasi Gus Maksum untuk menyatukan silat yang ada di NU. dimulai dengan merangkul perguruan silat tradisional lokal seperti Jiwa Suci milik pesantren Al maruf bandar lor kediri, PORSIGAL silat tradisional Blitar, Asta Dahana perguruan silat Kediri, dan beberapa perguruan silat lokal lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENTJAK SOETJI KOEMPOELAN HATI (PSKH)

    Kyai Syahadat beliau adalah seorang santri yang berasal dari keResidenan Kedu dan beliau juga belajar Pencak SH kepada kadhang murid la...